langkah audit energi

4 Langkah Melakukan Audit Energi

Langkah melakukan audit energi menjadi suatu tahapan yang harus dilakukan demi terwujudnya tindakan audit energi yang tepat. Audit energi sendiri sebenarnya merupakan suatu istilah yang mungkin cukup asing bagi masyarakat umum namun sudah banyak didengar oleh kaum profesional. Audit energi bisa dibilang sebagai suatu proses yang dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi secara lebih lanjut mengenai peluang hemat energi.

Tidak hanya itu saja tetapi audit energi juga bisa berguna untuk merekomendasikan suatu peningkatan efisiensi energi. Dengan adanya proses ini maka diharapkan ke depannya agar bisa ditemukan peluang bagi adanya potensi penghematan seluruh peralatan pengguna energi. Demikian proses audit energi ini bisa dilakukan dengan melalui berbagai tahapan atau langkah tertentu seperti berikut ini.

Persiapan

Langkah awal yang harus dilakukan oleh pelaku tindakan audit energi adalah proses persiapan. Langkah ini menjadi awal bagi proses audit internal sebelum dijalankan. Pada tahapan persiapan ini tentunya pihak pelaku audit energi haruslah menyusun suatu rencana pelaksanaan. Rencana pelaksanaan ini pada umunya berupa pembuatan jadwal pelaksanaan dan pembuatan kuesioner. Selain itu perlu pula dilakukan pembentukan tim untuk melakukan audit energi. Pada tahapan persiapan ini juga perlu diadakan alat ukur yang sekiranya diperlukan untuk menjalankan setiap tahap dalam proses audit energi.

Baca Juga  6 Perusahaan Migas Terbesar di Indonesia Timur

Survey lapangan

Setelah melalui tahapan persiapan maka Anda bisa berlanjut ke langkah selanjutnya. Langkah berikutnya yang bisa diambil dalam melakukan proses audit energi adalah melakukan survey lapangan. Tindakan survey lapangan ini biasanya mencakup pula proses identifikasi terhadap manajemen energi terutama pada organisasi. Selain itu turut dilakukan pula pengumpulan data. Survey lapangan ini juga meliputi proses verifikasi data baik data primer maupun data sekunder. Kemudian dalam tindakan survey lapangan juga dilakukan klarifikasi terhadap hasil survey yang telah dilakukan.

Analisis data

Jika Anda telah melalui langkah persiapan dan juga langkah survey lapangan maka berarti Anda bisa berlanjut ke tahapan berikutnya. Tahapan berikutnya yaitu proses analisis data yang dilakukan pada data primer dan data sekunder. Kegiatan analisis data ini juga meliputi penerapan sistem manajemen energi sekaligus proses mencari peluang penghematan energi. Maka dengan melakukan kegiatan analisis data ini nantinya berbagai perusahaan bisa melakukan peningkatan terhadap kinerja dari peralatan pengguna energi. Maka penggunaan energi oleh perusahaan menjadi semakin efisien.

Baca Juga  5 Negara Pemilik Sawit di Dunia selain Indonesia!

Pelaporan

Langkah terakhir dari proses audit energi adalah pelaporan. Dalam hal ini pelaporan dilakukan dengan mengacu pada intensitas konsumsi energi yang dilakukan oleh perusahaan selama ini. Selain itu pelaporan juga mencakup kinerja dari peralatan pengguna energi. Pelaporan ini juga melibatkan adanya berbagai variabel yang sekiranya berhubungan dengan proses konsumsi energi. Tidak hanya itu saja tetapi hal ini juga melibatkan berbagai faktor yang berpengaruh pada efisiensi peralatan.

Langkah melakukan audit energi seperti yang tertera di atas tentu menjadi suatu tahapan yang harus dilalui satu demi satu. Jika memang proses audit energi dilakukan dengan melalui berbagai tahapan di atas maka nantinya hasil dari proses tersebut bisa tepat. Maka nantinya berdasarkan hasil audit energi tentu setiap perusahaan bisa mengetahui peralatan manakah yang sekiranya selama ini memang mengeluarkan sangat banyak energi. Hingga ke depannya bisa dilakukan efisiensi energi. Misalnya saja dengan mengurangi penggunaan peralatan yang emngeluarkan banyak energi. Atau bisa juga dilakukan tidnakan lain untuk meminimalisir penggunaan energi.