Jokowi Kunjungan Mangrove Bali

Jokowi Ingin Pamer Hutan Bakau Bali saat KTT G20 2022

Pada 8 Oktober, Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengunjungi pulau resor populer di Bali, tempat KTT G20 ke-17 akan diadakan tahun depan, dan menyatakan kepuasannya dengan persiapan tersebut. G20 adalah forum yang terdiri dari sebagian besar negara maju dan berkembang terbesar, termasuk AS, Cina dan Jepang, bersama dengan Brasil, Afrika Selatan dan India.

Bali memiliki reputasi dan pengalaman dalam menyelenggarakan acara internasional dan “sebagai tuan rumah kami ingin melayani tamu kami dengan baik”, kata Jokowi.

Pemberhentian pertama setelah mereka tiba di Bandara Internasional Bali I Gusti Ngurah Rai di Kabupaten Badung, adalah Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Di sana, presiden dijadwalkan untuk memantau penanaman mangrove.

“Selanjutnya Presiden akan memberikan arahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali yang bertempat di gedung Wisma Sabha Utama di kompleks kantor Gubernur Bali,” kata Sekretaris Presiden, Jumat, 8 Oktober 2018.

Baca Juga  Bali Kembali Di Buka Untuk Turis September 2021

Menutup kunjungan kerja di Bali, Jokowi akan meninjau lokasi-lokasi yang akan digunakan sebagai tempat KTT G20. Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang internasional tahun depan.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden dan Ibu Negara didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Wakil Marsekal M. Tonny Harjono, Komandan Pasukan Keamanan Presiden Jenderal Mayor Tri Budi Utomo, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Indonesia bertekad untuk membuktikan kepada dunia “kemampuannya untuk mengendalikan pandemi Covid-19” saat bersiap untuk pertama kalinya menjadi presiden Kelompok 20 (G20) mulai Desember dan menjadi tuan rumah KTT G20 tahun depan.

Baca Juga  KRI GOLOK 688, Kapal RUdal Terbaik di dunia dari Indonesia

“Kita harus memanfaatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan negara kita dalam mengendalikan pandemi Covid-19, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Kami juga ingin menunjukkan kemajuan yang telah kami capai … dan kepemimpinan kami.”

Indonesia, katanya “tidak hanya akan memperhatikan kepentingan anggota G20, tetapi juga kepentingan negara-negara berkembang” di Asia, Afrika dan Amerika Latin, termasuk negara-negara pulau kecil di Pasifik dan Karibia.

Indonesia juga akan merangkul keterlibatan berbagai kalangan perempuan, pemuda, akademisi, dunia usaha dan DPR, tambahnya. “Ini memang DNA politik luar negeri Indonesia,” kata Menkeu.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terpukul akibat pandemi, dengan produk domestik bruto (PDB) turun 2,1 persen pada 2020, pertumbuhan negatif pertama dalam lebih dari 20 tahun. Pada puncak pandemi pada bulan Juli, kasus harian melebihi 50.000, didorong oleh perjalanan massal selama hari raya Idul Fitri dan penyebaran varian Delta yang mematikan.

Baca Juga  4 Contoh Teknologi Informasi Canggih 2021

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pada pengarahan bulan lalu bahwa KTT G20 berpotensi meningkatkan konsumsi domestik hingga 1,7 triliun rupiah ($ 120 juta), menambah hingga 7,47 triliun rupiah dalam PDB dan menciptakan 33.000 lapangan kerja di berbagai sektor.

Indonesia berharap dapat menampilkan beberapa reformasi struktural, seperti omnibus law tentang penciptaan lapangan kerja yang dimaksudkan untuk menyederhanakan peraturan tentang investasi, serta penciptaan dana kekayaan negara yang akan memfasilitasi investasi lokal dan asing untuk membantu membiayai program-program pembangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *