NDT

Mengenal Lebih Dalam Tentang Non Destructive Testing Inspektor

Tahukah Anda bahwa penerapan pengujian tentang Non Destructive Testing atau disingkat dengan NDT yang sukses dan juga konsisten tentu saja sangat bergantung sekali pada pengalaman, pelatihan hingga integritas para personilnya. Untuk itu, agar lebih jelas tentang Non Destructive Testing Inspektor maka berikut ini bisa Anda lihat dengan jelas.

Apa Itu NDT atau Non Destructive Testing?

Sebelum membahas lebih jauh tentang NDT maka ada baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya Non Destructive Testing ini. Jadi, NDT atau Non Destructive Testing merupakan sebuah teknik pengujian yang dilakukan untuk benda atau material dan tanpa harus merusak benda yang sedang dilakukan pengujian.

Alasan untuk melakukan pengujian Non Destructive Testing adalah agar dapat mengetahui apakah material yang diuji tersebut aman digunakan atau tidak. Selain itu, untuk pengujian NDT ini pada biasanya akan dilakukan pengujian sebanyak 2 kali.

Pertama yaitu disaat akhir proses dari fabrikasi, yang mana pada saat menentukan komponen yang diterima oleh benda tersebut setelah proses fabrikasi. Kemudian hasil dari pengujian benda atau material tersebut akan dijadikan pula sebagai bagian kendali mutu material.

Lalu, yang kedua yaitu proses NDT ini akan dilakukan pada saat material ataupun komponen tersebut telah digunakan terutama dalam jangka waktu tertentu sehingga nantinya dapat menemukan kesalahan pada sistem ataupun kegagalan dengan tujuan untuk mendeteksi kerusakan pada material.

Tidak hanya itu saja, berdasarkan dari kerusakan yang terjadi pada material atau komponen, yang mana NDT atau Non Destructive Testing Inspektor dapat membedakan menjadi dua macam, yakni inside crack dan juga surface crack. Oleh karena itu, ada baiknya ketika melakukan pengujian secara berlangsung maka harus bisa ditentukan pula target pengujian kesalahannya yaitu seperti inside crack dan juga surface crack. Jadi, dengan begitu, setelah nantinya ditentukan hal tersebut maka barulah bisa memulai untuk pengujian NDT tersebut.

Jenis-Jenis Non Destructive Testing (NDT)

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa NDT Non Destructive Testing ini merupakan suatu aktivitas pengujian mengenai suatu benda dengan tujuan untuk bisa mengetahui apakah benda tersebut ada cacat, retak dan lainnya tanpa merusak material atau benda yang sedang diuji. Selain itu, NDT ini juga terbagi menjadi berbagai jenis dalam pengujiannya, yang mana masing-masing hal tersebut berdasarkan dengan prinsip ilmiah tertentu.

Baca Juga  Reaksi Oksidasi dan Reduksi - Definisi, Reaksi, Contoh, Menyeimbangkan reaksi oksidasi dan reduksi, 

Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa jenis atau metode dari NDT atau Non Destructive Testing yang bisa Anda lihat dan ketahui, diantaranya :

  1. Radiography Test

Untuk yang pertama yaitu Radiography Test, yang mana ini merupakan bagian dari NDT yang nantinya menggunakan pula sinar x ataupun sinar gamma sehingga bisa menembus hampir semua bagian logam, kecuali timbal dan juga beberapa benda pada yang lainnya sehingga metode ini bisa digunakan untuk mengetahui adanya cacat ataupun ketidaksesuaian pada material dari bahan tersebut.

Selain itu, pada biasanya intensitas radiasi yang akan digunakan dari metode ini tentu saja akan berubah-ubah dan ini tergantung pula dari ketebalan material atau benda yang diuji sehingga nantinya dapat menghasilkan bayangan yang berbeda terutama pada hasil dari Radiography test.

Untuk kelebihan penggunaan metode Radiography Non Destructive Testing ini yaitu mampu mendeteksi cacat pada permukaan logam atau raw material, lalu dapat pula menyajikan data-data yang telah di record, dapat dioperasikan pula pada posisi yang sulit hingga cacat yang ditampilkan tampak pada film 1.1.

  1. Dye Penetrant Test

Berikutnya ada juga Dye Penetrant Test, yang mana ini merupakan metode Non Destructive Testing (NDT) yang nantinya bisa mengetahui apakah ada atau tidaknya crack yang terdapat pada weld atau hasil lasan. Untuk melakukan metode dari test ini tentu saja sangat mudah sekali dan waktu pelaksanaannya sangat singkat.

Terlepas dari itu semua, yang mana untuk prinsip kerja dari metode yang satu ini yaitu menggunakan sebuah cairan penetrant dan memanfaatkan pula kemampuannya untuk melewati celah-celah discontinuity hingga kerja developer dengan cara mengangkat kembali cairan-cairan yang meresap yang ada pada retakan. Jadi, dengan begitu cacat yang terjadi pada material atau benda bisa terdeteksi dengan baik.

Baca Juga  Jenis Cacat Pengelasan Apa Penyebab dan Bagaimana Mengatasinya

Kelebihan dari metode Dye Penetrant Test yaitu sangat mudah dilakukan dan diaplikasikan, lalu cukup murah dalam pembiayaan, jangkauan pemeriksaan material dengan metode ini cukup luas hingga tidak akan dipengaruhi dengan sifat kemagnetan material atau benda serta komposisi kimianya.

  1. Magnetic Particle Inspection

Untuk metode Non Destructive Testing selanjutnya yaitu Magnetic Particle Inspection, yang mana untuk pengujian dari metode ini yakni digunakan untuk mengetahui dan mendeteksi kecacatan yang ada pada permukaan ataupun yang terjadi di bawah permukaan serta dilakukan pada benda atau material yang memiliki sifat kemagnetan yang tinggi.

Jadi, dengan adanya alat atau metode seperti ini maka nantinya dapat mendeteksi adanya pembentukkan dari medan magnet baru yang diakibatkan oleh garis gaya magnet yang telah terpotong oleh discontinuity dan membuat benda akan menarik partikel magnetik tersebut untuk dapat berkumpul di sekitaran medan magnet baru atau medan bocoran.

Kelebihan penggunaan metode Magnetic Particle Inspection adalah sangat mudah untuk dilakukan pengecekan dan tidak membutuhkan keahlian khusus dalam pencobaan atau pengoperasikannya.

  1. Holiday Detector

Holiday Detector juga termasuk ke dalam metode Non Destructive Testing Inspektor dan metode ini merupakan alat yang memiliki fungsi agar dapat mendeteksi adanya lubang yang terdapat pada suatu benda atau material. Misalnya yaitu seperti pengelasan pipa, yang mana permukaan pipa tersebut tidak rata sehingga dapat menimbulkan pula celah kosong. Oleh karena itu, berkat adanya metode Holiday Detector ini bisa mendeteksi celah kosong tersebut.

Namun, bagaimana prinsip kerja dari metode ini? Jadi, prinsip Holiday Detector ini nantinya dapat mengalirkan arus energy listrik yang ada pada benda yang memang telah dilakukan coating, baik itu untuk benda yang baru ataupun benda lama sehingga alat tersebut akan berbunyi ataupun dapat memberikan sinyal jika nantinya ada lubang kecil pada coating.

Baca Juga  Ini Dia Perbedaan Non-Destructive dan Destructive Test Pada Material

Akan tetapi, untuk coating yang baru pada biasanya akan ada berupa porositas ataupun bubble, sedangkan untuk coating yang lama terdapat pula regangan antara logam dengan coatingnya. Selain itu, metode ini juga akan memberikan kejelasan tentang berapa KV voltage yang nantinya dapat diaplikasikan terutama pada ketebalan coating tertentu.

Untuk kelebihan dari Holiday Detector ini yaitu dapat mengetahui letak atau posisi dengan tepat pada material yang nantinya memang terdapat porositas dan nantinya bisa pula mendeteksi lokasi titik yang terkecil yang ada pada benda atau material.

  1. Vacuum Test

Vacuum test ini menjadi salah satu pengujian yang nantinya dilakukan pada benda dengan jalur yang telah di las dengan tujuan agar bisa mendeteksi adanya crack ataupun kebocoran yang terjadi. Selain itu, metode ini hanya dapat dilakukan pada benda yang telah dilas, yang mana ditemukan pada pelat material yang datar serta bukan pada pipa.

Kelebihan metode tersebut yaitu menjadi power supply yang begitu mudah, sebab hanya berupa udara yang nantinya bisa dimampatkan pada mesin kompresor.

  1. Ultrasonic Flaw Detector

Yang terakhir yaitu Ultrasonic Flaw Detector. Di mana metode ini merupakan metode yang paling umum dan tertua. Melalui metode ini telah banyak digunakan untuk mendeteksi berbagai retakan tersembunyi, porositas, void dan lainnya.

Prinsip kerjanya yaitu memanfaatkan rambatan gelombang dari ultrasonik, yang nantinya dikeluarkan dari transduser pada benda, lalu gelombang baliknya akan ditangkap langsung oleh receiver. Kelebihan menggunakan metode ini yaitu untuk tingkat kedalaman perembesan bisa terdeteksi sangat akurat, dapat menampilkan informasi jarak yang terdapat pada layar CRT, bisa digunakan pula untuk hal-hal lainnya seperti mendeteksi flaw hingga hanya membutuhkan satu sisi benda atau material dalam pengujiannya.

Jadi, itu dia ada beberapa informasi yang dapat Anda lihat tentang Non Destructive Testing Inspektor yang bisa Anda ketahui dengan jelas. Semoga bermanfaat!