SEKOLAH TINGGI PERTANHA

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional dan Syarat Masuknya

Perguruan Tinggi Negeri merupakan satu-satunya perguruan tinggi jasa yang berada di bawah Kementerian Pertahanan Negara. Program Diploma I PPK-STPN dirancang khusus untuk menghasilkan surveyor kadaster. Lulusan D-1 Pengukuran dan Pemetaan STPN dapat diangkat sebagai surveyor berlisensi oleh PMNA\KBPN dengan kualifikasi asisten surveyor kadaster.

Biaya kuliah di STPN terjangkau dan menawarkan pemandangan yang indah. STPN awalnya bernama Akademi Agraria, didirikan pada tahun 1963. Pada tahun 1964, pendaftaran pertama dibuka di Semarang. Kemudian, pada tanggal 24 September 1971, Sekolah Agraria Semarang dan Yogyakarta dimasukkan ke dalam Akademi Agraria yang berkedudukan di Yogyakarta. Pada tahun 1987, Akademi Agraria berganti nama menjadi Akademi Pertanahan Nasional. Juga, pada tahun 1993, nama sekolah diubah menjadi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Ketentuan/Syarat Pendaftaran Umum

1.Lulusan SMA/SMU atau MAN Jurusan Sains (A-1/A-2) dan SMK/STM Gedung atau Survey Pemetaan, Komputer, Geologi Pertambangan (disertifikasi oleh legal diploma)
2.Umur Maks 23 tahun per 31 Agustus 2016;
3.Nilai rata-rata untuk mata pelajaran matematika di kelas 1-3 adalah 7,5 atau lebih tinggi.
4.Tinggi badan minimal 165 cm untuk putra 160 cm untuk putri

Baca Juga  Kupas Tuntas Soal Quality Control, Dari Pengertian Hingga Manfaatnya

Proses registrasi

1.Pendaftaran dilakukan secara online di situs www.stpn.ac.id.
2.Pendaftar mencetak formulir dengan melampirkan persyaratan berkas pendaftaran.
3.Formulir pendaftaran yang sudah diisi lengkap.
4.Fotokopi STTB/Ijazah dan Transkrip Nilai 1-3 yang dilegalisir oleh kepala sekolah (masing-masing 1).
5.2 lembar pas foto berwarna berlatar belakang merah ukuran 3 x 4.
6.Fotokopi sertifikat biaya pendaftaran setoran (termasuk nama pendaftar dan nomor registrasi)
7.Berkas pendaftaran dapat dikirimkan ke kampus STPN atau Ketua Panitia PMB Program D-I PPK STPN Jl. Sistem Bumi No. 5 Batu Kapur, Sleman, Yogyakarta 55293
8.Cap pos
9.Dokumen pendaftaran yang diserahkan ke KPPU tidak dapat diminta lagi.

Ujian masuk terdiri dari:
1.Ujian tertulis meliputi: (1) Matematika; (2) Tes pengetahuan umum
2.Tempat Ujian Tertulis: (1) Yogyakarta; (2) Pekanbaru; (3) Makassar; (4) Kupang (5) Candi Jaya. Calon peserta mencantumkan pilihan lokasi ujian pada formulir pendaftaran.
3.Pemeriksaan kesehatan meliputi: (1) fisik/fisik; (2) obat-obatan, psikotropika dan eksipien (narkotika); (3) THT; (4) SGOT dan SGPT; (5) buta warna; (6) tiga dimensi.
4.Pemeriksaan kesehatan dilakukan di STPN Yogyakarta dan ditanggung calon mahasiswa .
5.Wawancara
6.Kandidat yang disetujui sebagai calon mahasiswa STPN harus mendaftar ulang di kampus STPN dengan menyerahkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Baca Juga  Mitigasi Bencana, Berikut Pengertian dan Contohnya

Lulusan Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Pertanahan Nasional (DI PPK-STPN) dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja pengukuran dan pemetaan kadaster yang kredibel. Tenaga ini sangat dibutuhkan untuk membantu kelancaran pendaftaran tanah di Indonesia. Pelaksanaan program DI PPK STPN didasarkan pada Peraturan Menteri Negara Pertanian/Dalam Negeri No. 12 1996 dan Surat 1924/D/T/1997 Komisaris Dikti. Pengalaman panjang memberikan pelatihan dalam program DI PPK semakin memperkuat komitmen STPN untuk menghasilkan tenaga kerja pengukuran dan pemetaan intelektual yang berkualitas. Informasi lebih lanjut dapat diakses di www.stpn.ac.id.