BEDA NDT DAN DT

Ini Dia Perbedaan Non-Destructive dan Destructive Test Pada Material

Perbedaan Non-Destructive dan Destructive Test Pada Material

Istilah Non-destructive dan destructive test mungkin jarang anda dengar, karena istilah ini lebih terkhususkan pada sistem pengujian material. Jenis uji material tersebut tidak hanya terbatas pada pengujian material logam saja, akan tetapi dapat diaplikasikan untuk pengujian material anorganik lain. Berikut perbedaan non-destructive test (NDT) dengan destructive test (DT) dan penjelasannya.

Pengertian Non-Destructive Test (NDT)

Pengertian non-destructive test sendiri sesuai dengan artinya yaitu pengujian tanpa merusak. Jadi jenis uji ini bersifat tidak merusak material atau bahan yang akan di uji, sehingga anda tidak perlu khawatir sampel uji akan rusak. Contoh gampangnya adalah pengujian komposisi bahan dengan metode scan oleh sinar X.

Pengertian Destructive Test (NT)

Sementara itu, pengertian destructive test sendiri merupakan kebalikan dari NDT yang mana dalam uji ini membuat material sampel menjadi rusak, baik itu hancur, patah, retak, bengkok, larut, dan lainnya. Contoh sederhananya adalah menguji kuat tekan suatu material dengan memberinya beban dan melihat pada titik mana material tersebut akan rusak.

Perbedaan Umum Non-destructive dan Destructive Test

Bila kita lihat dari arti istilah non-destructive dan destructive test maka kita bisa lihat bahwa perbedaan umum keduanya adalah terletak pada kondisi bahan setelah diuji, apakah ia rusak atau tidak. Perbedaan umum non-destructive dan destructive test ini membuat kita harus memilih jenis uji mana yang sesuai dengan sampel kita.

Baca Juga  Ini Dia Penetrant Test: Tahap Uji Penting Untuk Memeriksa Diskontinuitas

Dalam melakukan suatu pengujian, pastikan kita memiliki jumlah sampel yang cukup. Jangan sampai sampel tidak mencukupi untuk kebutuhan uji, apalagi untuk uji yang bersifat merusak bahan, karena jenis test ini tentunya bila ingin diulang harus menyediakan sampel yang baru. Lalu apa sajakah jenis-jenis NT dan NDT?

Jenis-Jenis Non-Destructive Test (NDT)

Setelah kita memahami perbedaan non-destructive (NDT) dengan destructive test (NT) maka selanjutnya kita perlu mempelajari apa saja jenis-jenis NT dan NDT tersebut. Pertama kita akan membahas jenis-jenis non-destructive test (NDT) yang mana test ini bertujuan untuk mengetahui komposisi material, penampakan struktur bahan, bentuk permukaan, dan lainnya.

Visual Inspection – NDT

Sesuai dengan namanya, test ini tentunya bertujuan untuk melihat bentuk visual dari suatu material. Dalam hal ini kita ingin melihat apakah ada retak dari material tersebut, apakah ada cacat, atau ada korosi di permukaan. Tentunya test ini sulit dilihat dengan mata telanjang, sehingga membutuhkan alat bantu lensa pembesar.

Liquid Penetrant – NDT

Liquid penetrant termasuk kedalam jenis-jenis non-destructive test (NDT) yang juga bertujuan untuk melihat kecacatan pada permukaan suatu material. Metode ini bisa diaplikasikan untuk menguji permukaan logam maupun komponen anorganik seperti keramik dan plastic fiber. Prinsip kerja metode ini cukup sederhana yaitu dengan memberikan cairan berwarna terang pada permukaan sampel.

Baca Juga  Apa saja syarat untuk menjadi seorang WI, Dimana Pelatihannya

Apabila ada permukaan yang cacat atau retak maka cairan akan masuk kedalamnya, sehingga diperlukan cairan dengan tingkat kekentalan (viscous) yang rendah. Kemudian sisa cairan akan dibersihkan lalu akan terlihat kontras nantinya di bagian permukaan sampel yang cacat.

Ultrasonic Inspection – NDT

Berbeda dari sebelumnya, jenis non-destructive test ini memanfaatkan gelombang ultrasonic dalam mentransmisikan spesimen uji. Hal ini karena gelombang ini akan berubah atau terpengaruh bila permukaan spesimen terdapat retak, delaminasi, atau rusak lainnya. Frekuensi gelombang yang umumnya digunakan adalah 0,5-0 MHz.

Eddy Current – Electromagnetic – NDT

Jenis non-destructive test ini menggunakan prinsip elektromagnetik pada suatu kumparan yang kemudian akan membangkitkan medan magnet. Uji ini diterapkan pada material logam karena sifatnya yang baik sebagai media penghantar arus listrik. Bila sampel logam dikenakan pada medan magnet kumparan, maka akan terjadi impedansi medan magnet apabila sampel mengalami cacat.

Radiographic Inspection – NDT

Prinsip kerja uji ini adalah dengan memanfaatkan kekuatan sinar X atau sinar gamma. Metode ini sama dengan yang lain yaitu untuk melihat apakah ada cacat pada suatu sampel berdasarkan perbedaan intensitas cahayanya. Dalam hal lain jenis non-destructive test juga bisa untuk melihat komposisi suatu bahan dengan melihat besarnya intensitas cahaya yang dipantulkan.

Jenis-Jenis Destructive Test (DT)

Bila sebelumnya kita telah membahas jenis-jenis NDT maka kali ini kita akan melihat apa saja jenis-jenis destructive test tersebut. Tentunya berbeda dari NDT, jenis tes ini bersifat merusak material, sehingga tujuan tesnya juga berbeda. Umumnya tes ini bertujuan untuk melihat karakteristik sifat fisis dari suatu sampel.

Baca Juga  Pengertian dan Download Kode dan Badan Standar Untuk Non Destructive Test (NDT)

Uji Kuat Tarik – DT

Uji kuat tarik atau tensile strength test merupakan salah satu jenis-jenis destructive test yang paling sering dilakukan. Uji ini bertujuan untuk mengetahui seberapa kuat suatu material dapat ditarik dan akhirnya putus atau rusak. Umumnya hasil pengujian ini berupa nilai kuat tarik suatu bahan yang dinyatakan dalam MPa atau kg/cm2.

Uji Kuat Tekan – DT

Hampir sama dengan uji kuat tarik, bedanya uji ini bersifat menguji seberapa kuat suatu bahan untuk menahan beban atau ketika ditekan. Standar akhir hasil uji juga umumnya sebagai MPa atau kg/cm.2 Baik uji kuat tekan maupun kuat tarik dapat diaplikasikan untuk material batang logam, plastik, karet, kulit, dan lainnya.

Uji Perpanjangan Putus – DT

Jenis destructive test ini umumnya dikaitkan dan dipaketkan dengan uji kuat tarik. Uji perpanjangan putus ini melihat seberapa besar material memanjang (dalam persentase) sebelum akhirnya material tersebut putus. Hasil uji ini dinyatakan dalam persentase, dan setiap jenis produk memiliki standar nilai perpanjangan putus sendiri.

Itu dia beberapa hal terkait dengan perbedaan non-destructive test (NDT) dengan destructive test (DT), jenis non-destructive test, dan jenis destructive test. Tentunya dalam melakukan suatu pengujian, pastikan anda memiliki jumlah sampel yang cukup dan penyiapan sampel yang baik sehingga akan didapatkan hasil uji yang maksimal.