16  Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Phased Array Inspeksi Lasan

NDT atau non Destruktif Testing adalah uji wajib penjamin kualitas yang dilakukan untuk memastikan kelayakan pakai. NDT dikenal sebagai salah satu metode uji tak rusak menggunakan alat uji ultrasonic. Pengujian NDT ditujukan untuk mengukur kecacatan pada las lasan, korosi, dan keretakan akibat proses operasi.

NDT telah berkembang menjadi Phased Array Ultrasonic Testing (PAUT), yang tentunya lebih baik daripada uji ultrasonic secara konvensional. Perkembangan tersebut dipraktekkan untuk Phased Array inspeksi lasan. Manfaatnya adalah untuk mendeteksi kegagalan komponen mulai dari kecacatan, pengecekan pengelasan, pengecekan korosi, hingga pengukuran ketebalan.

Perbedaan NDT dan PAUT Setelah Ada Perkembangan Teknologi

Uji ultrasonic konvensional hanya menggunakan 1 transduser saja sedangkan Phased Array Ultrasonic Testing (PAUT), memiliki lebih dari 1 transduser yang dapat bekerja secara bersamaan yang berkemampuan mencakup area yang lebih luas dalam pengujian atau inspeksi dari kecacatan dan fungsi lainnya.

Uji ultrasonic dengan Phased Array Ultrasonic Testing (PAUT) dengan cakupan area yang lebih luas memberikan inspeksi atau pengecekan dengan lebih teliti dan lebih cepat sehingga terdapat efisiensi waktu dengan hasil kerja yang optimal.

Selain itu Phased Array Ultrasonic Testing (PAUT) memberikan hasil inspeksi yang disajikan dalam bentuk sectoral scan yang akan memudahkan penguji atau operator PAUT. Berbeda dengan uji ultrasonic konvensional yang hanya menyajikan sinyal A- scan sebagai hasil inspeksinya.

Teknologi perkembangan Phased Array Ultrasonic Testing akan memodifikasi secara elektronik dengan menggunakan pergeseran dalam bentuk sinyal yang dikirimkan atau disebut pulsa dan diterima atau gema dari setiap elemen probe array pada  ciri khas probe akuistik. Pengujian untuk mendeteksi potensi atau adanya kecacatan akan diterapkan menggunakan probe fase bertahap.

Uji ultrasonic terbaru dengan Phased Array Ultrasonic Testing (PAUT) akan memancarkan sinar secara menyeluruh ke tiap tiap sudut yang bertolak belakang dengan berurutan sehingga didapatkan penampang terperinci serta terjamin akurasinya untuk seluruh bagian.

Bagaimana PAUT Bekerja?

Operasi prinsip kerja dari non Destruktif Testing (NDT) atau yang sudah berkembang menjadi Phased Array Ultrasonic Testing (PAUT) terdiri dari beberapa transduser ultrasonic berukuran kecil, yang akan berdenyut dengan sendirinya atau secara independen.

Baca Juga  Jenis Advance Non Destructive Test (NDT) Dan Manfaat Penggunaannya

Menggunakan waktu yang berbeda, sistem PAUT mengaktifkan unsur secara bertahap satu persatu dan berurutan dalam tiap barisnya. Pola interferensi, interaksi antar gelombang pada daerah tertentu akan ditata kemudian akan memproyeksikan balok pada sudut yang sudah ditetapkan.

Maksudnya, pancaran sinar uji ultrasonic sistem PAUT dapat diatur posisinya atau difokuskan pada titik daerah yang diinginkan yang kemudian dapat dikendalikan secara elektronik. Pancaran sinar seperti cahaya pencarian yang melewati objek yang akan diperiksa, yang kemudian data yang didapatkan akan diproyeksikan menjadi gambar visual yang mengindikasikan tiap potongan melewati objek tersebut.

Phased Array inspeksi lasan dengan detector ultrasonic yang presisi dapat diaplikasikan dalam pengecekkan hasil dari pengelasan termasuk logam maupun pipa. Selain itu dapat juga digunakan untuk mengetahui keretakan pada suatu logam atau adanya potensi bentuk kecacatan saat pengelasan. Bahkan dapat pula digunakan untuk mendeteksi bila terdapat penipisan pada pipa atau dinding tangki yang kemudian akan diproyeksikan secara visual untuk diamati.

Pengecekan lasan menjadi penting untuk mengetahui kelayakan dari produk sebelum dipakai atau disebarkan secara komersial. Kecacatan pada las lasan yang biasa terjadi antara lain undercut, porosity, IF (Incompleted Fusion), IP (Incompleted Penetration), Misaligment (HI-li), Spatter, Excessive Covexity, Hot crack, Concavity, Inclusion, Excessive weld reinforcement, Laminations dan kecacatan lain yang mungkin terjadi.

Prosedur Sebelum Melakukan Phased Array Inspeksi Lasan

Sebelum melakukan pengecekan perlunya bekal pengetahuan bahkan sebelum melakukan persiapannya. Semuanya harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui dalam persiapan Phased Array Inspeksi Lasan.

  1.     Memiliki pemahaman terhadap material induk sesuai spesifikasi

Material induk yang perlu diketahui yakni memulai dari gambar kerja hingga kontraknya. Selain mengetahui struktur dari material yang terkandung, bagaimana penggunaan material tersebut nantinya, hingga pemeliharaan setelah digunakan, pengetahuan terkait bisa tidaknya material tersebut digunakan untuk fabrikasi atau pengelasan untuk semua jenis material.

Baca Juga  Mengenal Lebih Dekat Dengan Non Destructive Test

Beberapa aspek yang perlu diketahui ketika mengecek suatu material antara lain adalah tipe material, kondisi material, dan ukuran material.

  1.     Mengetahui bahan tambahan

Yang disebut sebagai bahan tambahan adalah seluruh bahan yang terpakai habis untuk pengelasan. Hal tersebut menunjukkan peran penting dari bahan tambahan karena tentunya dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas atau mutu dari pengelasan yang dilakukan. Hal hal yang perlu diperiksa dengan detail mulai dari ukuran, tipe, spesifikasi, kondisi, hingga tempat penyimpanannya.

Bahan tambahan akan berperan terkait kuat tidaknya ikatan antara dua logam saat pengelasan selain berguna untuk memberikan kestabilan nyala busur listrik. Terdapat berbagai jenis bahan tambahan las yang bisa ditemukan.

  1.     Menjelaskan standar dalam ruang lingkup las

Terdapat beberapa standar yang ada seperti AWS (American Welding Society), ASME (American Society Of Mechanical Engineers), API (American Petroleum Institute)

  1.     Metode pengelasan

Sebelum melakukan phased array inspeksi lasan sangat perlu untuk mengetahui metode dari pengelasan tersebut. Metode utama dari prinsip pengelasan adalah terbentuknya fusi antara dua material yang akan disambung.

Beberapa hal yang dapat berpengaruh dalam proses fusi agar menghasilkan fusi yang baik dalam pengelasan seperti peleburan suhu dalam peleburan logam tersebut harus menggunakan intensitas yang tinggi, proses pengelasan harus berhasil dalam menghilangkan oksidasi, sangat perlu menghindari pengaruh dari suhu lingkungan sekitar, sambungan las yang dilakukan memiliki sifat mekanik untuk menentukan spesifikasi.

Dalam menentukan metode pengelasan dapat ditentukan berdasarkan tipe material, tebal plat, dan posisi pengelasan

  1.     Memahami jenis joint design

Terdapat beberapa jenis joint design yang kemudian akan disesuaikan dengan design las, gambar kerja serta spesifikasinya. Terdapat beberapa tipe atau jenis joint design yang diaplikasikan yaitu Butt joint (sambungan tumpul), Fillet joint (sambungan berbentuk huruf T), Corner joint, Lap joint, dan edge joint.

  1.     Menentukan jenis pelindung
Baca Juga  Reaksi Oksidasi dan Reduksi - Definisi, Reaksi, Contoh, Menyeimbangkan reaksi oksidasi dan reduksi, 

Jenis gas pelindung akan ditentukan sesuai dengan proses pengelasannya. Mengetahui jenis gas pelindung yang digunakan penting sebelum melakukan phased array inspeksi lasan. Gas pelindung tersebut kan melindungi logam, baik logam pengisi atau logam induk dalam lasan dari udara lingkungan. Perlindungan tersebut bertujuan untuk mencegah adanya oksidasi antara logam las dan logam di lingkungan. Beberapa gas yang digunakan adalah Helium (He), Argon (Ar), Campuran Argon dan Helium, dan Co2.

  1.     Mengetahui Pre Heat dan Post Weld

Pre heat dan post weld akan disesuaikan berdasarkan spesifikasi, prosedur dan kontrak. Pre heat akan meningkatkan kemampuan las terhadap material dalam penurunan suhu secara tiba tiba serta dapat mengontrol terjadinya pemuaian saat pengelasan

Post heat bertujuan untuk mencegah timbulnya stress dan menghilangkan sisa ketegangan akibat proses pengelasan yang menimbulkan efek rapuh pada material

  1.     Memahami posisi dan kualifikasi

Terdapat posisi dan kualifikasi yang akan ditentukan berdasar spesifikasi atau standar yang ada antara lain plate, fillet, dan pipa.

  1.     Mengetahui parameter serta karakteristik kelistrikan

Pengecekan parameter di awal akan meminimalisir tingkat kecamatan saat proses phased array inspeksi lasan nantinya. Selain itu juga harus dipastikan ampere dan volt nya sesuai standar yang ada

  1. Memahami metode pengujian

Metode pengujian hasil pengelasan dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu pengujian yang merusak dan pengujian yang tidak merusak.

  1. Memahami bentuk dan dimensi material induk

Terdapat 2 bentuk dari material induk yang ada yaitu plat dan pipa.

  1. Menjelaskan penyiapan dokumen passed array inspeksi lasan
  2. Menjelaskan persiapan alat inspeksi
  3. Memastikan kesiapan benda inspeksi
  4. Menjelaskan jenis kecacatan yang mungkin terjadi
  5. Memahami penyebab kecacatan pengelasan

Penyebab kecacatan pengelasan yang mungkin terjadi bergantung pada inspeksi material sebelum melakukan pengelasan.