jenis pipa karbon

Kenali Jenis-Jenis Pipa Baja dan Fungsinya

Pipa merupakan salah satu material konstruksi yang paling banyak digunakan. Ada beberapa jenis pipa yang tersedia di pasaran, mulai dari pipa PVC hingga pipa baja. Berikut Anda akan disuguhkan penjelasan mengenai jenis-jenis pipa baja dan fungsinya.

Apa itu Pipa Baja?

Seperti yang diketahui bahwa pipa adalah material konstruksi. Pembuatan pipa dapat berasal dari bahan baja maupun PVC. Pipa memiliki fungsi sebagai ruang pengaliran atau pendistribusian berbagai fluida ke arah yang dituju. Fluida yang dialirkan melalui pipa dapat berupa bahan zat cair, gas atau bahan padat sekalipun.

Pemanfaatan pipa dalam dunia industri juga dapat digunakan sebagai ruang untuk aliran berbagai jenis fluida yang lebih bervariasi. Oleh karena itu Anda akan lebih sering menemukan pipa baja di dunia industri dibandingkan pipa PVC.

Baja yang menjadi bahan utama pembuatan pipa diyakini memiliki kekuatan dan daya tahan ekstrim sehingga dapat mengalirkan berbagai jenis fluida ekstrim sekalipun. Alhasil pipa baja paling sering digunakan karena dianggap lebih aman dan dapat diandalkan. Jenis fluida yang biasanya menggunakan pipa baja adalah minyak dan gas.

Jenis baja yang digunakan untuk pembuatan pipa baja adalah baja karbon dengan paduan besi dan karbon. Penjelasan lebih lengkapnya akan diulas pada pembahasan selanjutnya agar Anda mudah memahami jenis-jenis pipa berbahan baja.

Jenis Pipa Baja Berdasarkan Kandungan Karbon

Pipa baja dapat diklasifikasikan jenisnya berdasarkan kandungan karbon yang digunakan dalam pembuatannya. Jenis pipa baja berdasarkan kandungan karbon terdiri dari tiga jenis sebagai berikut!

  1. Low Carbon Steel (LCS)

Low Carbon Steel juga dikenal dengan baja ringan yang paling banyak digunakan sebagai bahan pembuatan pipa. Sifat pipa dengan bahan baja ringan ini sangat elastis sehingga mudah untuk dibengkokkan apabila perlu ketika pemasangan. Selain itu bahan pembuatan pipa ini juga sangat aman bahkan untuk pemakaian pada berbagai sektor termasuk rumah tangga.

Baca Juga  Seluk Beluk Radiography Test NDT yang Perlu Anda Tahu Radiography Test NDT,

Kandungan karbonnya hanya sebesar 0.05%-0.25%. Semakin banyak kandungan karbon dalam sebuah pipa maka semakin rendah kelenturannya sehingga penggunaannya juga semakin terbatas. Apabila pipa dibuat dengan kadar karbon yang rendah makan permukaan pipa akan menjadi lebih lembek dan mudah rusak. Anda dapat melakukan karburasi pada pipa baja karbon agar permukaannya lebih kuat.

Pipa baja karbon ini mudah didapatkan karena kandungan karbonnya rendah dengan massa yang ringan. Ada banyak toko material bangunan yang menjual produk pipa baja karbon secara bebas, Anda bisa langsung melakukan pemesanan apabila sedang membutuhkannya.

  1. Medium Carbon Steel (MCS)

Pipa baja karbon dengan bahan Medium Carbon Steel adalah jenis pipa baja yang lebih keras dibandingkan sebelumnya. Kadar karbon yang digunakan adalah sekitar 0.3%-0.6%. Jenis pipa ini paling banyak digunakan oleh industri besar dibandingkan penggunaan rumah tangga karena dibutuhkan alat khusus untuk pembengkokan dan pemotongan pipanya.

Permukaan pipa dengan bahan ini cukup keras meskipun bisa dihancurkan dengan mudah menggunakan bahan yang lebih keras. Bagi Anda yang ingin membuat permukaan pipa menjadi lebih keras, bisa menggunakan cara memanaskan pipa dengan suhu tertentu. Ketika pipa tampak lebih lentur, hentikan pemanasan sehingga bahan pipa dingin dan lebih keras dari sebelumnya.

Bahan MCS ini tidak lentur sehingga tidak mudah aus dan keras. Hal itulah yang membuat pipa dengan bahan MCS lebih banyak digunakan di industri rumah tangga. Pipa dengan bahan ini juga banyak digunakan sebagai rel kereta api, komponen mesin dan bodi.

  1. High Carbon Steel (HCS)
Baca Juga  Non Destructive Test (NDT), Pengujian tidak Merusak

Jenis-jenis pipa baja berdasarkan kandungan karbonnya juga termasuk High Carbon Steel. Jenis pipa yang satu ini tentu saja lebih keras sehingga tidak dapat digunakan oleh setiap orang. Harga pipa baja dengan kadar karbon tinggi ini juga lebih cenderung mahal. Alhasil hanya industri besar seperti perminyakan maupun gas saja yang menggunakan jenis pipa baja ini. Hal itu karena industri tersebut tidak cocok menggunakan pipa lentur yang mudah rusak akibat bahan kimia dan panas.

Tingkat kadar karbon pada jenis pipa baja ini adalah 0.6%-1%. Kadar karbon yang lebih besar membuat pipa ini memiliki kekuatan tinggi, tahan terhadap korosi dan dapat digunakan secara berkelanjutan tanpa khawatir rusak. Penggunaan pipa baja dengan HCS ini juga dimanfaatkan sebagai alat pemotong seperti pedang, peralatan baja dan bahan rumah tangga lainnya.

Tipe Pipa Baja Karbon

Selain industri perminyakan dan gas, pipa baja juga memiliki kandungan karbon yang variatif sehingga dapat digunakan oleh industri pembangkit listrik dan bahan kimia. Ada 4 tipe pipa baja karbon yang dijual di pasaran, yakni:

  1. Seamless Carbon Steel Pipes – ASTM SA 106

Tipe pipa baja ini adalah ASTM SA 106 yang paling banyak digunakan oleh industri pembangkit energi dan perminyakan. Pipa ini mampu mengangkut bahan yang berupa fluida panas maupun gas dengan tekanan tinggi.

Jenis pipa ini ini terbagi menjadi tiga kelas berdasarkan kekuatan dan komponen kimia penyusun. Masing-masing kelasnya digunakan pada industri yang lebih spesifik seperti kelas atau grade A untuk pembangkit listrik tenaga uap.

  1. Seamless Carbon Steel Pipes – ASTM A53
Baca Juga  16  Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Phased Array Inspeksi Lasan

Jenis pipa baja karbon yang satu ini agak sedikit berbeda dengan jenis sebelumnya. Pipa jenis ini lebih banyak digunakan pada industri yang memiliki hubungan dengan saliran panas dan tekanan. Misalnya pada industri penyulingan dan penambangan gas bumi yang mana tekanan panasnya sudah pasti sangat tinggi.

Selain itu jenis pipa ini juga dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti saluran air, gas, penguapan dan lainnya. Industri lainnya yang menggunakan pipa ini antara lain adalah industri pengelasan untuk pembentukan berbagai benda. Teknik yang dipakai adalah dengan cara menggulung, menekuk, flanging dan sebagainya.

  1. API 5L Line Pipe

Ketebalan pipa ini sekitar 0.2-0.5 inci dengan pajang R1, R2 atau sesuai kebutuhan. Pipa jenis ini biasanya digunakan sebagai pipa pengaliran minyak, pipa saluran dan casing tube. Pipa ini anti karat karena menggunakan bared black painting. Ketebalan dari pipa ini juga menjamin pipa tidak akan mudah rusak meskipun digunakan hingga puluhan tahun lamanya.

  1. A333 GR 3/6 Carbon Steel Seamless Pipes

Terdapat 3 kelas pada jenis pipa baja tersebut yakni kelas 1, kelas 3 dan kelas 6. Pembuatan pipa baja ini menggunakan campuran karbon, fosfor, mangan, silikon dan nikel. Kandungan dari beberapa elemen tersebut berbeda-beda kadarnya setiap kelas. Selain itu ketebalan dan spesifikasi pipanya juga berbeda pada setiap kelas. Bahan baku pendukungnya juga berbeda untuk masing-masing kelas.

Itulah penjelasan singkat seputar jenis-jenis pipa baja dan fungsinya. Jangan lupa untuk menyesuaikan kebutuhan dengan jenis pipa baja yang akan Anda gunakan. Anda dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai pipa baja apabila ada yang kurang.