Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia

15 Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia

Pertambangan adalah salah satu sektor industri yang cukup besar di Indonesia. Peranan perusahaan tambang Indonesia sangat besar demi menggerakan ekonomi negara ini.

Diantara banyak perusahaan tambang indonesia tersebut, ada 15 nama yang paling menonjol. Bagi Anda yang ingin mengenal perusahaan – perusahaan tersebut, mari bahas bersama pada artikel berikut ini!

1.    Pertamina

Siapa sih yang tidak kenal dengan perusahaan BUMN ini? Pertamina adalah perusahaan tambang minyak dan gas paling utama di Indonesia. Mereka sudah berdiri sejak 1957 dan masih berkembang hingga sekarang.

Sampai saat ini, Pertamina tercatat memiliki 7 kilang minyak utama dengan total kapasitas 1.051,7 MBSD. Mereka juga memiliki petrokimia dengan total kapasitas 1.507.950 ton per tahun. Untuk pabrik LPG, mereka juga punya pabrik khusus dengan kapasitas 102,3 juta ton per tahunnya.

Karena memiliki kekuatan kelola resource tambang besar tersebut, Pertamina sering dipandang sebagai perusahaan industri tambang terbesar di Indonesia.

2.      Freeport Indonesia

Indonesia saat ini memiliki aset saham Freeport sebesar 51%. Hal ini membuat perusahaan asal internasional ini berada di bawah kontrol Indonesia. Sebagai perusahaan tambang, Freeport fokus mengelola penambangan Tembaga dan Emas di tanah Papua.

Mereka saat ini mampu hasilkan 700 ribu ton tembaga tiap tahunnya. Hasil dari pengelolaan ini, kembali diinvestasikan ke tanah Papua. Contoh investasi ini adalah injeksi dana sebesar 110 juta USD untuk infrastruktur, 68 juta USD untuk program sosial dan 39 juta USD untuk pengembangan masyarakat.

3.       Kaltim Prima Coal

Perusahaan tambang batu bara ini sudah berdiri sejak 1982 dan sekarang memiliki lahan sebesar 84 ribu hektar untuk dikelola. Pada tahun 2019, produksi perusahaan ini sudah mampu hasilkan 62 juta ton batu bara.

Perusahaan ini dinilai berharga karena kebanyakan negara industri internasional masih mengandalkan batu bara sebagai sumber daya utama. Saat harga batu bara naik di tahun 2019 sampai 2020 lalu, perusahaan ini sempat untung besar dan hasilkan banyak devisa bagi Indonesia.

Baca Juga  Beasiswa Kuliah Luar Negeri

4.        Antam

Perusahaan Aneka Tambang atau sering disebut Antam, merupakan yang memegang aneka ragam resource tambang di Indonesia. Mulai dari bijih nikel, feronikel, emas, perak, berbagai mineral, bauksit dan bahkan batu bara, mereka dapat kelola.

Perusahaan tambang indonesia ini sudah berdiri sejak 1968 dan memegang status BUMN pada tahun 1997. Posisi-nya sebagai perusahaan tambang tidak sekedar gali resource, tapi juga eksplorasi, pengolahan dan bahkan pemasaran barang tambang tersebut. Sampai saat ini, Antam masih menjalin kontrak dengan banyak negara sebagai penyedia utama barang tambang.

5.       TIMAH

Perusahaan ini sudah berdiri sejak 1976 dan terus berkembang sampai sekarang. Tercatat PT TIMAH mampu hasilkan pendapatan sebesar 19,3 triliun Rupiah di tahun 2019 lalu. Kemampuan ini memasukan perusahaan ini di spot atas dari deretan perusahaan tambang di Indonesia.

Perusahaan ini fokus pada penambangan, pengelolaan dan penjualan timah. Kapasitas produksi mereka saat ini telah mencapai 7.000 ton tin chemical dan 2.000 ton tin solder.

6.        Agnicourt Resource

Perusahaan yang satu ini mengelola berbagai tambang mineral di Indonesia. Walaupun memegang banyak mineral, perusahaan ini lebih dikenal sebagai penambang emas dan perak. Operasi terakhir mereka sudah tercatat mampu hasilkan lebih dari 300 ribu ounce emas dan kurang lebih 2 juta ounce perak per tahunnya.

Sebagian besar hasil tambang tersebut dihasilkan pada lokasi Tambang Emas Martabe di Sumatera. Ukuran area tambang ini adalah 130.252 hektar atau sekitar 1.300 km persegi.

7.      Vale Indonesia

Indonesia sudah melarang penjualan bijih nikel ke luar negeri, tapi bukan berarti penambangannya berhenti. PT Vale Indonesia merupakan pemegang penambang nikel terbesar di negara ini dan sampai sekarang sudah mampu hasilkan 75 ribu metric ton nikel per tahunnya.

Sebelumnya, perusahaan ini menjual nikel ke luar negeri dalam bentuk mentah. Namun sekarang, mereka bekerjasama dengan banyak smelter di dalam negeri untuk mengelola bijih nikel sebelum diekspor dalam bentuk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Baca Juga  Pengertian Audit Energi

8.      Adaro Indonesia

Perusahaan ini tergolong penambang batu bara besar di Indonesia. Mereka sudah berdiri sejak 1966 dan terus berkembang sampai saat ini. Tercatat pada tahun 2019, mereka sudah mampu hasilkan kurang lebih 58 juta ton batu bara.

Sebagai perusahaan tambang, mereka fokus beroperasi di Kalimantan Selatan. Di provinsi ini, mereka memegang 3 area tambang yaitu Tutupan, Paringin dan Wara. Walaupun hanya memiliki tiga area tambang tersebut, produksi mereka diprediksi meningkat di akhir tahun 2022 dan awal 2023 nanti.

9.       Bukit Asam

Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1950 dan menjadi perusahaan terdaftar bursa efek pada tahun 2002 lalu. Perusahaan ini fokus menambang batu bara dan tercatat berhasil produksi 15,9 juta ton pada semester awal 2022 ini.

Mereka juga tercatat mampu jual 14,6 juta ton batu bara di semester awal 2022. Penjualan ini merupakan hasil peningkatan dibandingkan semester awal tahun lalu. Peningkatan ini kurang lebih adalah 13% dari tahun ke tahun. Diprediksi, penjualan ini akan meningkat juga menghitung semester akhir tahun 2022 dan awal 2023.

10.     Kideco Jaya Agung

Perusahaan tambang batu bara ini telah beroperasi sejak didirikan tahun 1982. Mereka memegang lokasi tambang tunggal terbesar ke tiga di Indonesia yaitu Tambang Pasir. Ukuran tambang ini adalah sekitar 47.500 hektar.

Perusahaan ini memiliki kapasitas yang cukup besar walaupun hanya operasikan satu tambang tunggal tersebut. Tercatat mereka dapat produksi batu bara sebesar 30 juta ton per tahunnya.

11.      Amman Mineral Nusa Tenggara

Siapa sangka area Nusa Tenggara memiliki banyak resource tambang. Industri pertambangan di wilayah ini dipegang oleh perusahaan Amman Mineral Nusa Tenggara. Perusahaan ini dikenal mengelola berbagai mineral penting terutama tembaga dan emas.

Mereka memiliki area tambang sebesar 25 ribu hektar di area Pulau Sumbawa. Area tambang tersebut telah bantu perusahaan Amman Mineral Nusa Tenggara capai kemampuan produksi tinggi. Mereka tercatat mampu hasilkan 3,6 juta ton tembaga dan 8 juta ounce emas..

12.   Berau Coal

Perusahaan batu bara yang fokus menambang di Kalimantan ini telah berdiri sejak tahun 1983. Mereka awalnya dikenal sebagai PT Risco tapi berganti nama di tahun 2010 menjadi Breau Coal.

Baca Juga  Begini Cara Cek Penerima UMKM, Apakah Anda Salah Satunya ?

Mereka beroperasi di area konsesi seluas 118.400 hektar di area Kabupaten Berau, Samarinda. Menggunakan area tambang tersebut, mereka telah mampu capai rata – rata produksi per tahun sebesar 5,56 juta ton.

13.   Indo Tambangraya Megah

Nama perusahaan tambang indonesia ini sempat masuk spotlight karena mencapai kapitalisasi pasar sebesar 11 triliun Rupiah di tahun 2022. Besar kapitalisasi ini membuat banyak pihak tertarik membeli sahamnya.

Dari segi kemampuan tambang, perusahaan ini cukup besar. Mereka mampu capai produksi 3,8 juta ton sepanjang kuartal pertama 2022 ini. Mereka juga mampu menargetkan penjualan sebesar 20,5 juta ton batu bara pada akhir tahun 2022. Karena kemampuan tambang dan jual ini, tidak heran mereka dikapitalisasi tinggi di pasar saham.

14.    Arutmin Indonesia

PT Arutmin Indonesia dikenal sebagai supplier batu bara untuk keperluan pembangkit listrik dan Industri. Mereka menyediakan produk berupa batu bara jenis sub bituminous, bituminous serta produk batubara lainnya.

Perusahaan yang didirikan sejak 1981 ini telah mampu hasilkan batu bara sebesar 20 juta ton per tahun. Semua ini dihasilkan hanya dari area 5 area tambang dan 1 terminal batu bara di area Kalimantan Selatan.

15.     J Resources Asia Pasifik

Perusahaan ini tidak sekedar mengelola pertambangan. Mereka adalah perusahaan multinasional yang fokus pada area ASEAN, Australia dan Kepulauan Pasifik. Mereka memiliki peran dalam layanan katering, perdagangan, transportasi dan infrastruktur.

Dari segi industri tambang, mereka lebih condong ke arah eksplorasi di Indonesia. J Resources Asia Pasifik fokus mencari sumber tambang emas dan tembaga. Untuk saat ini, mereka telah mampu hasilkan kurang lebih 171.000 ounce emas di sepanjang tahun 2020 lalu.

Sekarang Anda sudah mengenal 15 nama perusahaan tambang indonesia yang besar dan memiliki peranan besar di negeri ini. Bisa dibilang, hasil kerja para perusahaan inilah yang membuat pemasukan devisa Indonesia cukup besar beberapa tahun terakhir.

Rekomendasi Terkait

  1. Ini Dia Perusahaan Tambang Batu Bara Terbesar di Indonesia
  2. 10 Profil Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia
  3. Tiga Perusahaan Manufaktur Terbesar di Indonesia
  4. 5 Manfaat Nikel yang Mungkin Belum Banyak Diketahui
  5. 7 Perusahaan Nikel Di Indonesia