Korosi adalah proses pemecahan atau perusakan suatu benda logam yang disebabkan oleh reaksi dengan lingkungan, terutama udara dan air

Apa yang Dimaksud Korosi,Jenis dan Faktor yang Mempengaruhi Korosi

Apa yang Dimaksud Korosi?

Pengertian dan Definisi

Korosi adalah proses pemecahan atau perusakan suatu benda logam yang disebabkan oleh reaksi dengan lingkungan, terutama udara dan air. Korosi adalah salah satu masalah utama yang dihadapi oleh industri dan masyarakat modern, karena biasanya korosi terjadi pada benda logam yang sering digunakan di kehidupan sehari-hari seperti kendaraan, bangunan, dan mesin industri.

Daftar Isi

Faktor yang Mempengaruhi Korosi

Korosi sebagai Masalah dalam Industri

Korosi merupakan fenomena alami yang sangat merugikan kehidupan manusia, terutama dalam dunia industri. Korosi dapat menyebabkan kerusakan dan kegagalan pada peralatan, mesin, dan bangunan. Hal ini berdampak pada biaya perbaikan dan penggantian peralatan yang mahal, kerugian produksi, dan waktu tersita untuk mengatasi masalah korosi tersebut. Oleh karena itu, menjadi penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya korosi.

Sifat Kimia Material

Sifat kimia dari material merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi. Material yang terbuat dari logam tertentu akan lebih rentan terhadap korosi daripada material lainnya. Misalnya, baja paduan tahan karat memiliki ketahanan korosi yang lebih baik daripada baja karbon biasa. Selain itu, pH lingkungan juga mempengaruhi terjadinya korosi. Lingkungan dengan pH rendah cenderung membuat material lebih rentan terhadap korosi.

Suhu Lingkungan dan Kelembaban

Suhu lingkungan dan kelembaban juga dapat mempengaruhi terjadinya korosi. Lingkungan dengan suhu yang tinggi dan kelembaban yang tinggi dapat mempercepat terjadinya korosi. Hal ini terjadi karena suhu dan kelembaban tinggi dapat mempercepat reaksi kimia antara logam dan lingkungan.

Keterpaparan Logam pada Lingkungan Korosif

Keterpaparan logam pada lingkungan korosif merupakan faktor utama yang mempengaruhi terjadinya korosi. Lingkungan korosif dapat berupa lingkungan dengan kelembaban yang tinggi, lingkungan dengan tingkat keasaman yang tinggi, atau lingkungan dengan konsentrasi garam atau bahan kimia lain yang tinggi.

Kompatibilitas Material

Kompatibilitas material juga dapat mempengaruhi terjadinya korosi. Apabila dua material yang tidak kompatibel dipasangkan secara langsung, maka ini dapat mengakibatkan terjadinya korosi galvanik. Korosi galvanik terjadi ketika dua logam yang berbeda dicelupkan ke dalam lingkungan elektrolitik, seperti air, dan disatukan secara langsung. Korosi ini dapat mempengaruhi kekuatan dan keamanan peralatan atau bangunan yang terbuat dari logam.

Baca Juga  4 Jenis Pengelasan Yang Cukup Banyak Digunakan

Gaya Tarik dan Tekanan

Gaya tarik dan tekanan juga dapat mempengaruhi terjadinya korosi. Jika material diberikan beban yang terlalu besar, maka material tersebut dapat mengalami deformasi dan korosi. Hal ini terjadi karena ketika gaya tarik atau tekanan diaplikasikan pada material, material tersebut meluas dan menyebabkan sisa tegangan pada permukaan. Hal ini dapat mempercepat terjadinya korosi.

Kontaminasi Lingkungan

Kontaminasi lingkungan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi. Lingkungan yang terkontaminasi oleh bahan kimia atau partikel seperti karat dan debu dapat mempercepat terjadinya korosi. Kontaminasi ini dapat membuat lingkungan elektrolitik menjadi lebih aktif dan dapat memacu terjadinya korosi.

Gaya Elektrokimia

Gaya elektrokimia juga mempengaruhi terjadinya korosi. Gaya elektrokimia terjadi ketika terjadi perbedaan potensial di antara material. Material dengan potensial yang lebih tinggi cenderung melepaskan elektron, sementara material dengan potensial yang lebih rendah cenderung menerima elektron. Hal ini dapat mempercepat terjadinya korosi.

Pelepasan Material

Pelepasan material dapat mempengaruhi terhadap korosi. Pelepasan material terjadi ketika partikel-material kecil dari permukaan logam mengelupas. Ketika partikel ini terlepas, mereka meninggalkan permukaan logam yang lebih terbuka pada lingkungan dan mempercepat terjadinya korosi.

Paparan Gelombang Suara

Paparan gelombang suara atau getaran dapat mempengaruhi terhadap korosi. Tergantung pada amplitudo, frekuensi dan durasi dari gelombang, paparan gelombang suara dapat mengurangi atau meningkatkan korosi.

Paparan Radiasi

Jenis dan intensitas radiasi dapat mempengaruhi terhadap korosi. Paparan sinar matahari atau sinar ultraviolet dapat meningkatkan terjadinya korosi, sementara paparan radiasi ionisasi dapat mengurangi korosi.

Kualitas Pelapisan

Pelapisan adalah suatu metode perlindungan permukaan logam, dengan melapisinya dengan senyawa lain. Kualitas pelapisan dapat mempengaruhi terjadinya korosi. Pelapisan yang tidak merata dapat meningkatkan korosi, karena menjadikan beberapa daerah tersembunyi dari lingkungan yang mudah dicorosi. Pelapisan yang terlalu tebal dapat mengurangi korosi, tetapi dapat berdampak buruk pada sifat mekanik logam.

Sifat Mekanik Materi

Sifat mekanik seperti kekuatan, kekerasan, keuletan, kelembaban, dan pengendapan rewel dapat mempengaruhi korosi. Ini terutama terjadi pada logam yang diproses dan meleleh.

Kondisi Permukaan Material

Kondisi permukaan material juga dapat mempengaruhi terjadinya korosi. Permukaan material yang tidak rata dapat membuat lingkungan korosif tertangkap dan tertimbun di daerah sisi-sisi yang tidak rata, mempercepat terjadinya korosi.

Elektrolit

Elektrolit adalah suatu medium yang dapat menghantarkan listrik dan mempengaruhi terhadap korosi. Elektrolit ini bisa merupakan bahan kimia yang ditemukan pada industri atau dapat bahan alami seperti air.

Tegangan Polaritas

Tegangan polaritas yang diterapkan pada material juga sangat mempengaruhi terhadap korosi. Bila tegangan polaritas negatif diterapkan pada material maka korosi akan cepat terjadi.

Produksi Logam

Proses produksi logam dapat mempengaruhi terhadap korosi. Penambahan elemen pengotor, seperti sulfur dan fosfor, dapat mempercepat terjadinya korosi. Sedangkan, Proses produksi logam yang baik dapat menghasilkan material perkasa dan lebih tahan terhadap korosi.

Beban Kerja

Beban kerja juga dapat mempengaruhi terhadap korosi. Tingkat beban berbeda dapat mempengaruhi keberlangsungan dengan peralatan yang terbuat dari bahan logam.

Aktivitas Korosi

Aktivitas korosi terjadi apabila suatu bahan yang korosif melekat pada permukaan logam dan terus memakan logam tersebut sampai ke area yang tersembunyi.

Baca Juga  Memahami Apa Arti Oksidasi dalam Kimia

Pemeliharaan dan Perawatan

Pemeliharaan dan perawatan adalah faktor penting dalam mencegah terjadinya korosi. Logam yang terlihat bersih dan terpelihara secara baik cenderung memiliki tingkat korosi yang lebih rendah daripada logam yang tidak terpelihara dengan baik.

 Proses Korosi

Proses korosi melibatkan reaksi kimia antara logam dan lingkungan sekitarnya. Reaksi ini menghasilkan produk korosi seperti karat atau endapan lain di permukaan logam. Korosi juga dapat mempercepat kerusakan dari material yang terlibat dalam reaksi, karena korosi yang terus menerus akan melemahkan kekuatan struktur material tersebut.

Jenis-Jenis Korosi

Korosi Bawah Permukaan

Korosi bawah permukaan terjadi ketika logam mengalami korosi di bagian dalam struktur. Hal ini terjadi karena logam terpapar oleh lingkungan korosif.

Korosi Mikrobiologi

Korosi mikrobiologi terjadi karena adanya kumpulan mikroba pada permukaan bijih logam yang menjadikan bagian logam menjadi korosif.

Korosi Intergranular

Korosi jenis ini terjadi karena logam memiliki sisi sulit yang dipengaruhi oleh lingkungan korosif, sehingga bagian yang korosif muncul pada logam yang sulit tersebut.

Korosi Galvanis

Korosi galvanis terjadi ketika logam yang berbeda dicelupkan pada elektroda, kemudian dilebur dalam lingkungan korosif. Hal ini menyebabkan yang satu lebih cepat terkorosi daripada yang lainnya.

Korosi Pitting

Korosi pitting adalah korosi di mana permukaan logam mengalami pengikisan secara lokal dalam bentuk lubang kecil.

Korosi Retak

Korosi retak terjadi ketika logam terkena tekanan atau regangan, sehingga pembentukan celah kecil dapat mempercepat proses korosi.

Korosi Pangkalan

Korosi pangkalan terjadi ketika permukaan logam yang dipaparkan oleh lingkungan korosif dipenuhi oleh bahan sedimen atau lapisan seperti bahan organik, kapur, atau pasir.

Korosi Baja Karbon Tinggi

Korosi baja karbon tinggi terjadi pada baja dengan persentase karbon yang tinggi yang mudah teroksidasi.

Korosi Aliran

Korosi aliran terjadi ketika arus air melalui permukaan logam yang memiliki ketebalan minimal, sehingga hanya dapat membentuk lapisan korosi tipis pada permukaan logam tersebut.

Korosi Tegangan

Korosi tegangan terjadi ketika bahan logam yang memiliki tegangan bertingkat dan pengikisan pada permukaan logam.

Korosi Elektrokimia

Korosi elektrokimia terjadi ketika elektroda yang terbuat dari logam memiliki beda potensial yang berbeda ketika terpapar oleh lingkungan korosif.

Korosi Baja Tahan Karat

Korosi baja tahan karat terjadi ketika baja memiliki persentase kromium yang tinggi, yang membuatnya menjadi tahan karat, namun masih mampu mengalami proses korosi.

Korosi Sedimen

Korosi sedimen terjadi ketika bahan sedimen menumpuk pada permukaan logam dalam jumlah yang signifikan, sehingga menyebabkan korosi pada permukaan logam.

Korosi Basah

Korosi basah terjadi ketika beda potensial pada permukaan logam terpicu oleh cairan korosif.

Korosi Kontak

Korosi kontak terjadi ketika dua buah permukaan logam bersentuhan dalam lingkungan korosif. Contoh korosi ini adalah korosi pada pengikat logam.

Korosi Mekanik

Korosi mekanik terjadi ketika logam terpapar oleh lingkungan di mana logam tersebut menerima gaya yang lebih tinggi dari batasan kekuatannya, sehingga korosi terjadi pada permukaan logam yang terkena gaya tersebut.

Korosi Radiasi

Korosi radiasi terjadi ketika logam terpapar oleh radiasi, yang dapat mempercepat proses korosi pada permukaan logam tersebut.

Korosi Elektrolitik

Korosi elektrolitik terjadi ketika dua permukaan logam disatukannya dengan elektrolit yang memicu timbulnya beda potensi kedua permukaan logam tersebut.

Korosi Amonia

Korosi amonia terjadi ketika lingkungan korosif terpapar oleh senyawa amonia, yang dapat mempercepat proses korosi pada permukaan logam.

Baca Juga  Aluminium Tahan Terhadap Korosi Karena

Korosi Fretting

Korosi fretting terjadi ketika dua permukaan logam bergesekan dengan satu sama lain dalam lingkungan korosif, dan dapat terjadi pada permukaan logam yang sangat kecil.

Dampak Korosi

Korosi memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya. Kerusakan yang disebabkan oleh korosi dapat menyebabkan kerusakan bangunan, kendaraan, dan peralatan. Selain itu, produk korosi seperti karat dari besi juga dapat merusak lingkungan, misalnya pada air tanah dan aliran sungai.

Cara Mengatasi Korosi

Pahami Jenis Korosi yang Terjadi

Sebelum dapat mengatasi korosi, Anda perlu terlebih dahulu memahami jenis korosi yang terjadi. Jenis korosi yang umum terjadi adalah korosi galvanik, korosi celah, korosi sumuran, dan korosi pitting.

Melakukan Penggantian Material

Jika korosi terjadi pada material yang tidak tahan terhadap korosi, penggantian material merupakan solusi yang paling efektif. Pilihlah material yang tahan terhadap korosi seperti stainless steel atau plastik tertentu.

Menggunakan Pelapis Anti-Korosi

Pelapis anti-korosi dapat mencegah terjadinya korosi pada material. Pelapis ini dapat berupa cat, lapisan logam, atau bahan kimia tertentu.

Melakukan Perlindungan Katodik

Cara ini merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah terjadinya korosi. Perlindungan katodik akan melapisi permukaan material dengan logam yang lebih elektropositif untuk melindungi dari korosi.

Menerapkan Teknologi Inhibitor

Penambahan inhibitor pada lingkungan korosif dapat memperlambat terjadinya korosi. Inhibitor dapat ditambahkan ke dalam air atau bahan kimia untuk mencegah terjadinya korosi pada material.

Menghindari Kontak dengan Material yang Berbeda

Korosi galvanik terjadi ketika dua metal berbeda bersentuhan dan terjadi pertukaran elektron. Hindari kontak material yang berbeda dan gunakan baut atau mur yang terbuat dari material yang sama.

Melakukan Inspeksi Secara Berkala

Inspeksi secara berkala perlu dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda awal terjadinya korosi. Dengan melakukan inspeksi, tindakan pencegahan dan pengobatan korosi dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Melakukan Anoda Korban

Cara ini dilakukan dengan menambahkan anoda korban pada material. Anoda korban akan mengalami korosi terlebih dahulu daripada material utama sehingga memperlambat terjadinya korosi pada material utama.

Menjaga Kelembapan Lingkungan

Korosi terjadi pada lingkungan yang lembap. Jadi menjaga kelembapan lingkungan sangat penting untuk mencegah terjadinya korosi. Perlu juga diperhatikan ventilasi ruangan agar udara bisa mengalir dengan baik.

Melindungi Material dari Garam

Garam merupakan salah satu penyebab terjadinya korosi pada material. Pastikan material dilindungi dari garam seperti air laut atau bahan kimia yang mengandung garam.

Membersihkan Material secara Rutin

Korosi dapat terjadi pada material yang kotor atau terkena zat kimia tertentu. Bersihkan material secara rutin dengan sabun atau deterjen dan bilas dengan air bersih.

Menggunakan Kemasan yang Tahan Korosi

Jika material tersebut akan dikemas, pastikan kemasan yang dipilih tahan terhadap korosi. Pilihlah kemasan plastik stainless steel atau kemasan aluminium berkualitas baik sebagai solusinya.

Menjaga pH Lingkungan

pH yang rendah atau tinggi dapat menyebabkan terjadinya korosi pada material tertentu. Pemantauan pH perlu dilakukan dan sedikit peningkatan pH lingkungan dapat mencegah terjadinya korosi pada material.

Melindungi Permukaan dengan Lapisan Vernis

Sebuah lapisan vernis akan melindungi material dari korosi dan melindungi estetika produk. Memilih lapisan vernis yang tepat adalah kunci bagi perlindungan yang efektif.

Penggunaan Logam yang Tahan Korosi

Beberapa logam memiliki sifat alami yang tahan terhadap korosi. Gunakan logam yang tahan korosi seperti stainless steel, titanium dan Aluminium.

Menghindari Pemanasan Berlebih

Pemanasan berlebih dapat menyebabkan terjadinya korosi pada material tertentu. Pastikan pemantauan suhu dengan ketat dan pemanasan dilakukan sepanjang waktu.

Menjaga Kekeringan Material

Korosi tidak terjadi pada material yang kering. Pastikan material disimpan di tempat yang kering dan menjauh dari kelembaban.

Melakukan Metode Elektrolisis

Metode elektrolisis dapat mencegah korosi pada material dengan menghilangkan konsentrat asam dari permukaan material.

Menambahkan Seng pada Material

Penambahan seng pada material dapat mencegah korosi dengan mengubah potensial elektrokimia material.

Kesimpulan

Korosi adalah masalah serius di industri yang menyebabkan kerugian biaya dan waktu. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi, seperti sifat kimia material, suhu dan kelembaban lingkungan, keterpaparan pada lingkungan korosif, dan gaya elektrokimia. Namun, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi material dari korosi, termasuk pemeliharaan dan perawatan teratur, penggunaan pelapisan yang berkualitas, dan memilih material yang tepat untuk aplikasi yang diinginkan. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi, dapat membantu mengurangi dampak korosi pada peralatan dan material industri.

Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!