Cara adaptasi yang mengagumkan

Ini Dia Hewan Yang dapat Bertahan Terhadap Perubahan Iklim Ekstrem

Salah satu hal terburuk yang muncul akibat perubahan iklim adalah rusak atau hilangnya habitat dari beberapa hewan tertentu. Akan tetapi, sebuah penelitian menemukan bila ada satu jenis hewan yang dapat bertahan meskipun efek perubahan iklim menjadi lebih ekstrem lagi. Hewan tersebut adalah salah satu jenis ikan, yaitu ikan Stickleback.

Kemampuan Beradaptasi Yang Mengagumkan

Peneliti dari Universitas McGill di Montreal, Kanada, melakukan pengamatan genetika dan kebiasaan hidup pada spesies ikan Stickleback. Mereka menemukan bahwa ikan ini dapat beradaptasi dengan cepat pada perubahan yang terjadi pada habitat dimana mereka hidup.

Ikan ini memiliki berbagai ukuran maupun kebiasaan. Namun, salah satu kemampuannya yang cukup menarik adalah ikan ini dapat hidup di air tawar maupun air laut. Ditambah lagi, hewan satu ini juga dapat bertahan di berbagai tingkatan suhu di dua jenis air tersebut.

Baca Juga  Fosil dinosaurus berusia 103 juta tahun

Bagaimana Penelitian Ini Dilakukan

Alan Garcia-Elfring salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini, mereka menggunakan dasar teori evolusi Darwin yang muncul akibat seleksi alam. Artinya, sebuah spesies akan menurunkan gen mereka pada keturunan yang memiliki peluang bertahan lebih besar. Hal ini terus terjadi selama beberapa generasi, yang menghasilkan spesies yang mampu bertahan lebih baik lagi.

Kemampuan beradaptasi terhadap iklim diturunkan oleh spesies ikan Stickleback kepada keturunannya. Dan, setiap diturunkan, kemampuan ini menjadi lebih kuat. Hal inilah yang membuat para peneliti dari McGill tertarik untuk menjadikannya obyek penelitian.
Sedangkan untuk mendapatkan kondisi yang bisa menggambarkan efek perubahan iklim dan kemampuan ikan ini dalam beradaptasi, dipilihlah lokasi penelitian yang sesuai. Lokasi yang dipilih adalah area teluk California.

Ikan Stikcleback
image:youtube

Lokasi penelitian tersebut dipandang dapat mewakili perubahan ekstrem yang akan menonjolkan kemampuan beradaptasi ikan ini. Di area tersebut, perubahan antara musim kering (musim panas) dan basah (musim dingin) sangat mencolok. Hal ini juga mempengaruhi kadar salinitas air dimana ikan ini hidup.

Baca Juga  Vaksin Sinopharm Tiba di Indonesia

Jadi dalam setahun, di area tersebut, ikan ini menghadapi banyak sekali perubahan ekstrem. Mulai dari perubahan suhu akibat cuaca/musim hingga perubahan kondisi air, dimana kadar garam air laut dapat berubah drastis, dan kondisi air saat ikan ini berpindah ke habitat air tawar.

Profesor Rowan Berret, ahli dalam ilmu biodiversitas, yang juga terlibat dalam penelitian ini, juga menyetujui pemilihan area penelitian tersebut. Menurutnya, area tersebut mirip dengan kondisi pada 10.000 tahun yang lalu, dimana banyak danau air tawar terbentuk setelah jaman es berakhir. Dan, kondisi tersebut juga banyak diprediksi akan muncul kembali bila kondisi perubahan iklim bertambah buruk lagi.

Tujuan Penelitian

Baca Juga  Elang Harpy Elang Terbesar di Dunia menghadapi kelaparan

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati efek dari seleksi alam terhadap makhluk hidup. Bagaimana efek ini mempengaruhi kemampuan mereka dalam bertahan hidup. Dan juga, bagaimana kemampuan ini diturunkan ke generasi selanjutnya.

Selain itu, penelitian ini juga memiliki tujuan utama yaitu untuk mencari pola perubahan perilaku dari ikan ini untuk mengetahui bila akan terjadi perubahan iklim. Dengan mengetahui bagaimana ikan ini beradaptasi, maka diharapkan peneliti juga akan dapat mengetahui seberapa parah perubahan iklim yang akan terjadi.

Jadi, dengan adanya sistem yang lebih akurat yang didapat dari perilaku ikan Stickleback, kita akan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi efek perubahan iklim yang lebih ekstrem lagi. Hal ini juga akan dapat meningkatkan peluang manusia bertahan hidup dalam kondisi iklim yang ekstrem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *