Galaxy Bima Sakti
image:youtube

Fakta Penting Tubrukan Bima Sakti dan Gaia-Enceladus Akhirnya Terungkap

Galaksi Bima Sakti menjadi salah satu obyek penelitian yang tidak pernah kehilangan daya tariknya. Galaksi dimana planet Bumi berada ini memiliki sejarah yang panjang sejak awal terbentuknya. Dan, dalam proses perjalanannya, terdapat satu momen yang membuat para ilmuwan penasaran. Momen tersebut adalah saat Galaksi Bima Sakti membuat kontak dengan Gaia-Enceladus.

Tubrukan Galaksi Bima Sakti dengan Gaia-Enceladus

Momen ini terjadi pada 10 milyar tahun yang lalu. Sebelumnya, para ahli belum bisa mengungkap kondisi Galaksi Bima Sakti saat menyatu dengan galaksi Gaia-Enceladus, yang termasuk sebagai galaksi yang bergerak atau memiliki orbit. Namun, penelitian terbaru mampu mengidentifikasi umur akurat dari galaksi tersebut saat tubrukan itu terjadi.

Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Birmingham, jurusan Fisika dan Astronomi, Inggris. Dan, hasil dari penelitian mereka telah diterbitkan di jurnal ilmiah, Nature Astronomy, pada tanggal 17 Mei 2021 yang lalu.

Baca Juga  Vaksin Sinopharm Tiba di Indonesia

Menurut Fiorenzo Vincenzo, rekan peneliti dari Ohio State University jurusan Kosmologi dan Fisika Astropartikel, penelitian ini menemukan satu fakta penting. Pada saat tubrukan terjadi, di dalam Galaksi Bima Sakti sudah terbentuk banyak bintang.

Efek tubrukan membuat bintang-bintang dalam Galaksi Bima Sakti terpencar ke dua lokasi. Terdapat kelompok bintang yang menyatu pada bagian tengah galaksi. Lalu, bintang-bintang yang ada di Gaia-Enceladus juga masuk ke dalam area Bima Sakti dan menempati cincin bagian luar dari galaksi ini.

Apa Yang Bisa Dipelajari dari Fakta Baru Ini?

Josefina Montalban, salah satu peneliti dari proyek ini, menjelaskan bila penemuan ini sangat penting untuk proses identifikasi bintang-bintang yang ada di Galaksi Bima Sakti. Sekarang, kita dapat menentukan umur dari bintang secara akurat. Data yang didapat dari pengukuran tersebut dapat membedakan bintang yang berasal dari Gaia-Enceladus dan bintang yang lahir di dalam Galaksi Bima Sakti.

Baca Juga  Science Arkeologi : Tujuan, Manfaat dan Penemuan Fenomenal Arkeologi

Setiap bintang juga memiliki ciri khas yang berbeda. Pada saat dua galaksi ini menyatu, tiap galaksi sudah memiliki bintang. Dan, karakter dari tiap bintang di galaksi tersebut berbeda. Hal ini menciptakan kelompok bintang yang eksentrik dan unik.

Vincenzo menambahkan, bintang-bintang yang kita teliti sekarang, menjadi lebih jelas komposisi kimianya. Jadi, pemetaan dan klasifikasi bintang menjadi jauh lebih mudah. Hasil ini memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap dunia astronomi saat ini.

Metode Yang Digunakan

Dalam penelitian ini, banyak metode dan disiplin ilmu yang digunakan untuk mendapatkan hasil seperti yang dijelaskan sebelumnya. Salah satunya adalah penggunaan Asteroseismology, sebuah cabang ilmu yang relatif baru. Ilmu ini mempelajari tentang struktur internal sebuah bintang.

Baca Juga  10 Fakta Unik Tentang Sains Yang Perlu Anda Tahu

Melalui ilmu Asteroseismology, peneliti menggunakan metode gelombang osilasi yang mampu menembus bagian dalam bintang. Dengan cara ini, maka umur sebuah bintang dapat diketahui dengan jelas dan akurat. Dari sini, para ahli dapat mengetahui umur bintang di dalam Galaksi Bima Sakti, dan mencocokkannya dengan kejadian tubrukan Gaia-Enceladus.

Selain itu, penelitian ini juga menggunakan APOGEE, sebuah survei spektroskopik yang meneliti komposisi kimia sebuah bintang. Hal ini juga berguna untuk mengetahui umur sebuah bintang secara akurat.

Dengan kombinasi dua bidang ilmu ini, maka informasi penting tentang Galaksi Bima Sakti dapat terungkap. Namun, para peneliti yang terlibat mengatakan bila penelitian ini hanyalah sebuah langkah kecil. Selanjutnya, mereka akan terus berusaha untuk menyibak sejarah, berbagai kejadian, dan proses terbentuknya galaksi yang kita tempati saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *