Situs Purba

Science Arkeologi : Tujuan, Manfaat dan Penemuan Fenomenal Arkeologi

Science arkeologi adalah  ilmu yang mengkaji kebudayaan pada masa lalu secara sistematis dari data bendawi yang ditinggalkan. Kajian tersebut meliputi penemuan, dokumentasi, interpretasi dan analisis. Arkeologi utamanya mempelajari benda yang sudah tua, baik di masa prasejarah maupun masa sejarah. Untuk itu, benda-benda sejarah tersebut masih dilestarikan hingga sekarang. Karena, penelitianya tergantung dari benda tersebut.

Di Indonesia sendiri perkembangan ilmu arkeologi berkembang cukup baik. Dari masa penjajahan dulu, colonial yang bergerak di bidang arkeologi adalah Oudhiedkundige dienst dan pada masa kemerdekaan berubah menjadi Dinas Purbakala. Himpunan ahli arkeologi Indonesia diberi nama Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI).

Tujuan Ilmu Arkeologi

Meskipun masih menjadi perbincangan yang cukup panas, namun tujuan utama dari ilmu arkeologi untuk mendapatkan data yang akurat pada masa lampau. Seperti menggambarkan kembali kebudayaan masyarakat pada masa lampau.

Baca Juga  8 Cara Menghemat Air yang Mungkin Tidak Pernah Anda Pikirkan

Maka dari itu, arkeologi masuk ke dalam cabang ilmu humaniora. Namun, arkeologi menggunakan beberapa ilmu lain misalnya geologi, antropologi, geografi, arsitektur dan masih banyak lagi. Tujuan lainnya adalah menggambarkan ulang kehidupan masa lampau dan proses perubahan budaya di masa lampau.

Manfaat ilmu arkeologi

Selain memiliki tujuan, science arkeologi juga mempunyai manfaat yang tak kalah penting. Berikut adalah manfaat mempelajari ilmu arkeologi diantaranya :

  • Bisa mengenal benda pada masa lampau

Arkeologi memang khusus mempelajari benda bersejarah pada masa lampau. Dengan begitu, seseorang yang mempelajari ilmu ini akan mengenal benda-benda tersebut

  • Mengenal budaya manusia secara menyeluruh

Seorang ahli arkeolog akan melihat dan menganalisis kebudayaan manusia secara terperinci. Dari proses prasejarah hingga sejarah. Maka, kita akan lebih mudah memahami kebudayaan manusia secara menyeluruh

  • Bisa melihat perubahan budaya dalam kehidupan masyarakat
Baca Juga  Robot Penjelajah China Mendarat di Mars

Anda akan dapat mengetahui bagaimana dan kapan manusia pada zaman prasejarah dan sejarah mengalami perubahan. Berupa perubahan kebudayaan dari waktu ke waktu

Penemuan Fenomenal arkeologi

Science arkeologi akan memberikan pengetahuan kita tentang masa lalu semakin meningkat. Dari sekian banyak penemuan, berikut adalah penemuan arkeologi yang paling fenomenal yaitu :

  • Penemuan kota emas yang hilang
Kota Emas 3000 tahun lalu di Mesir-min
image:youtube

Belum lama ini tim arkeolog menemukan kota kuno berusia 3000 tahun yang terkubur di gurun pasir Mesir. Kota tersebut di duga peninggalan dari masa kekuasaan Amenhotep III. Bisa dilihat kota ini menggambarkan bagaimana orang Mesir kuno menjalani kehidupan.

  • Pembuatan bir di era Tiongkok kuno

Bukti masyarakat Tiongkok kuno sering mengkonsumsi minuman beralkohol dari ditemukannya bukti situs sejarah di provinsi Henan. Pada galian tersebut mengungkapkan bahan pembuatan bir kuno. Misalnya milet putih, bunga bakung, dan jelai.

  • Fosil anjing prasejarah
Baca Juga  'Manusia Naga' diklaim sebagai spesies manusia baru yang potensial setelah analisis tengkorak China

Percaya atau tidak anjing sudah menjadi sahabat manusia sejak 7000 tahun lalu. Fosil yang ditemukan di Blick Mead menemukan gigi seekor anjing. Menurut arkeolog David Jacques yang menemukan fosil ini menyebutkan anjing ini bertugas mendampingi para pemburu di era Mesolitikum.

  • Sistem birokrasi Yunani kuno

Science arkeologi juga berhasil menemukan prasasti kota kuno Teos. Prasasti yang utuh menampilkan 58 saluran yang terdapat perjanjian sewa di Yunani kuno yang berusia 2.200 tahun. Dari penemuan tersebut membuktikan bahwa birokrasi sudah menjadi bagian dari masyarakat Yunani kuno seperti saat ini.

  • Belati milik Raja Tutankhamun

Di antara banyak benda terkubur dalam makan Raja Tutankhamun ditemukan sebuah belati yang terbuat dari logam khusus. Bahkan, belati itu tidak berkarat meskipun sudah terkubur selama ribuan tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *