gerhana bulan

Mengulik Tentang Fenomena Gerhana Bulan Merah yang Telah Disaksikan Seluruh Dunia

Tentu sebagian besar dari kamu mungkin sudah menyaksikan sendiri  gerhana bulan merah yang terjadi pada 26 Mei 2021 kemarin. Fenomena tersebut terlihat sangat menakjubkan di mana bulan terlihat berukuran lebih besar daripada biasanya dan seakan memancarkan warna merah. Berikut adalah fakta-fakta menarik tentang gerhana ini yang sayang untuk dilewatkan :

  1. Penyebab warna merah pada gerhana bulan.

Secara umum gerhana bulan itu terbagi menjadi 2 jenis yaitu gerhana bulan total dan sebagian.  Gerhana yang kamu saksikan kemarin adalah termasuk gerhana bulan total. Jenis ini terjadi karena matahari, bumi, dan bulan terletak dalam 1 garis lurus. Hal ini menyebabkan cahaya matahari yang akan menuju bulan benar-benar terhalang total oleh bumi. Akibatnya bulan pun hanya bisa memantulkan cahaya matahari dengan kadar yang sangat minim.

Lalu dari mana warna merah ini berasal? Ya itu adalah peristiwa pembiasan cahaya di mana hal ini akan mempengaruhi panjang pendeknya gelombang cahaya tersebut. Panjang pendek ini juga akan mempengaruhi warna apa yang ditangkap oleh mata kita. Dengan kata lain gerhana bulan merah ini bisa terjadi juga dipengaruhi perspektif dari otak kita sendiri dalam merespon rangsangan cahaya.

Baca Juga  Tabrakan Black Hole dan Bintang Neutron yang langka

Sementara yang perlu kamu ketahui juga gerhana yang terjadi kemarin termasuk spesial. Kalau biasanya gerhana bulan hanya bisa dilihat di sebagian kecil wilayah, gerhana kali ini bisa terlihat jelas di seluruh dunia. Inillah fenomena super blood moon di mana ukuran bulan tampak terlihat sangat besar bahkan melebihi ukuran ketika dalam fase purnama. Peristiwa ini terjadi karena gerhana terjadi saat bulan berada di bagian yang paling dekat dengan bumi, bagian itu dinamai perigee

  1. Siklus gerhana bulan merah
Baca Juga  Science Arkeologi : Tujuan, Manfaat dan Penemuan Fenomenal Arkeologi

Sebenarnya kamu cukup beruntung bisa menonton gerhana ini karena menurut para ahli normalnya hanya terjadi tiap 195 tahun sekali. Lebih spesialnya lagi gerhana tersebut bertepatan dengan hari raya waisak yang sebelumnya hanya terjadi beberapa kali dan masih bisa dihitung jari. Tanggal-tanggal yang pernah menjadi momen gerhana dengan perayaan hari besar Umat Buddha ini antara lain :

  1. 25 Mei 1975
  2. 24 Mei 1990
  3. 16 Mei 2003
  1. Bisa dilihat dengan mata telanjang

Pada fenomena gerhana matahari, kamu perlu menyaksikannya dengan pelindung. Kondisi yang awalnya bulan menutupi cahaya matahari yang jatuh ke bumi membuat matahari tampak gelap. Lama kelamaan posisi ini akan terus bergeser sehingga matahari akan terlihat sinarnya lagi. Pada pergeseran itulah akan terjadi perubahan intensitas cahaya yang sangat kontras dari awalnya gelap menjadi sangat terang. Tentu akan sangat berbahaya bila kamu melihatnya tanpa pengaman

Baca Juga  Ini Dia Hewan Yang dapat Bertahan Terhadap Perubahan Iklim Ekstrem

Namun pada gerhana bulan, fenomena yang dinikmati berfokus pada cahaya matahari yang dipantulkan bulan. Dengan demikian intensitas cahayanya tidak akan sekuat yang berasal dari matahari langsung. Oleh karena itulah kamu bisa melihatnya  dengan mata telanjang..

  1. Potensi menyebabkan banjir untuk daerah yang tinggal di pesisir pantai

Pasang naik dan pasang surut air laut dipengaruhi oleh gaya tarik bulan terhadap bumi. Sementara seperti yang telah disebutkan pada fenomena super blood moon, posisi bulan sangat dekat dengan bumi.  Otomatis juga membuat gaya tarik yang bekerja semakin kuat dan berpotensi membuat laut mengalami pasang naik pada level yang tinggi. Oleh karena itulah BMKG memperingatkan khususnya pada masyarakat  di daerah pesisir pantai untuk waspada akan luberan air laut ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *